Home » » Cara Membagun Tanaman Obat Keluarga Di Halaman Rumah Anda

Cara Membagun Tanaman Obat Keluarga Di Halaman Rumah Anda

Written By BloggerMuda on 18 May 2012 | 1:03 AM


TOGA (Tanaman Obat Keluarga) awalnya merupakan tanaman liar sehingga tidak memerlukan perawatan khusus kecuali apabila tanaman tersebut akan dimanfaatkan dalam skala usaha. Perawatan cukup dilakukan dengan melakukan penyiraman secara teratur setiap hari dan penggemburan dilakukan secara hati-hati, karena jika dilakukan secara berlebihan justru menyebabkan busuk rimpang.

Keragaman jenis tanaman obat mulai dari jenis tanaman dataran rendah sampai tanaman dataran tinggi menuntut penyesuaian lingkungan untuk kegiatan budi daya tanaman tersebut. Setiap jenis tanaman obat membutuhkan kondisi lingkungan tertentu agar dapat tumbuh dan berkembang dengan optimal.

Lingkungan pertumbuhan yang dimaksud meliputi iklim dan tanah. Beberapa unsur iklim seperti suhu, curah hujan dan penyinaran matahari secara langsung berpengaruh bagi pertumbuhan tanaman. Setiap tanaman obat membutuhkan suhu udara yang sesuai agar proses metabolisme dapat berjalan baik, sedangkan suhu tanah akan mempengaruhi proses perkecambahan benih. Suhu tanah yang terlalu rendah dapat menghambat proses perkecambahan, sedangkan suhu tanah yang terlalu tinggi dapat mematikan embrio yang terdapat pada biji. 

Tanaman obat-obatan membutuhkan curah hujan yang cukup dengan distribusi yang merata. Ketersediaan air merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan budi daya tanaman obat. Apabila jumlah curah hujan tidak dapat memenuhi kebutuhan air bagi tanaman obat maka harus dilakukan penyiraman atau pengairan melalui irigasi. Penyinaran matahari juga sangat penting pada budi daya tanaman obat. Sudut dan arah datangnya sinar matahari, lama penyinaran dan kualitas sinar merupakan faktor-faktor yang mempengaruhi proses fotosintesis pada tanaman obat. Jumlah radiasi matahari yang tidak optimal akan menyebabkan penurunan kualitas dan kuantitas produksi tanaman obat. Beberapa jenis tanaman obat membutuhkan pelindung untuk mengurangi jumlah radiasi matahari yang diterima, tetapi jenis tanaman obat lainnya membutuhkan jumlah radiasi matahari maksimal untuk berfotosintesis. Unsur-unsur iklim lain seperti kelembaban, angin dan keawanan juga perlu diperhatikan dan disesuaikan dengan kebutuhkan tanaman obat yang akan dibudi dayakan.

Kesuburan tanah tempat bercocok tanam tanaman obat juga merupakan penentu keberhasilan budi daya tanaman obat tersebut. Kesuburan tanah yang harus diperhatikan meliputi kesuburan fisik, kimia dan biologi. Tanah sebaiknya memiliki perbandingan fraksi liat, lempung dan pasir yang seimbang, gembur, kandungan bahan organik tinggi, aerase dan drainase baik, memiliki kandungan hara yang tinggi, pH tanah cenderung netral antara 6,0 - 7,0.

Persiapan bahan tanam dapat dilaksanakan bersamaan dengan kegiatan persiapan dan pengolahan lahan. Bahkan pada beberapa jenis tanaman obat-obatan dibutuhkan waktu lebih lama untuk mempersiapkan bahan tanam karena pembibitan harus melalui beberapa tahapan.

Perbanyakan tanaman dapat dilakukan secara generatif yaitu dengan biji dan secara vegetatif yaitu dengan cara stek, cangkok, okulasi, runduk, dan kultur jaringan. Sistem perbanyakan tanaman yang akan digunakan tergantung dari jenis tanaman, keterampilan pekerja, waktu yang dibutuhkan, dan biaya.

Tujuan pembibitan adalah untuk memperoleh bahan tanaman yang pertumbuhannya baik, seragam, dan untuk mempersiapkan bahan tanam untuk penyulaman. Bila bibit tanaman yang ditanam di lapangan merupakan bibit yang telah terseleksi maka diharapkan pertumbuhan dan perkembangan tanaman pada masa vegetatif dan generatif akan lebih baik.

Bibit yang akan ditanam di areal budi daya tanaman obat adalah bibit yang sudah diseleksi yaitu bibit yang sehat dan pertumbuhannya baik. Bibit yang disemaikan dengan menggunakan polibag dipindahkan ke lubang tanam dengan cara menyobek satu sisi polibeg, kemudian bibit dimasukkan ke lubang tanam yang telah disiapkan. Harus diusahakan agar media tanam yang melekat pada bibit tidak terpisah. Selanjutnya tanah galian lubang tanam dimasukkan kembali dan dipadatkan agar bibit dapat tumbuh dengan kokoh. Bibit yang baru ditanam disiram dengan air secukupnya. Sebaiknya pemindahan bibit ke lapangan dilakukan pada pagi atau sore hari.

Terkait dengan cara pengobatan tradisional dengan memanfaatkan tanaman obat keluarga pada setiap halaman rumah tangga, sangat tepat juga bisa dikembangkan pada halaman puskesmas. Ada beberapa manfaat bila toga telah dibudi dayakan disekitar halaman puskesmas, sebagai pusat pelayanan kesehatan masyarakat, yaitu :

- Menjadi ajang promosi kesehatan lingkungan. Mengajak kesadaran masyarakat menanam tanaman yang bernilai guna.

- Melengkapi informasi pilihan pengobatan alternatif. Tampilan toga dilengkapi dengan papan nama jenis tanaman dan manfaatnya.

- Memberi contoh cara pemanfaatan lingkungan pekarangan. Menunjukkan langsung bagaiamana cara memanfaatkan areal pekarangan rumah.

- Menambah nilai keasrian dan kesejukan halaman puskesmas. Tanaman yang tumbuh segar menambah kesejukan dan keasrian halaman puskesmas.

Tanamlah apa yang bisa ditanam di sekitar halaman rumah, apalagi tanaman obat keluarga sangat bermanfaat sebagai tempat apotek hidup dan pelengkap keperluan bumbu masakan keluarga. Melalui budi daya toga, diharapkan bisa berguna sebagai pilihan alternatif pertolongan pertama, menjaga kesehatan keluarga.
Share this article :
 
Support : Copyright © 2012. Ramuan Obat Herbal dan Informasi Tips Kesehatan - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website
Proudly powered by Blogger